Inilah 3 Cara Bercerita Supaya Presentasi Anda Menyenangkan

7 Cara Mendatangkan Ratusan Peserta di Seminar Anda Dalam 60 MenitTahukah Anda teryata audiens tidak suka ketika Anda menyampaikan presentasi secara to the point. Supaya audiens tidak mudah bosan dan lebih mudah memahami isi presentasi maka Anda harus menggunakan ilustrasi.

Ilustrasi itu ibarat sebuah bumbu dalam masakan yang akan membuat presentasi Anda menjadi begitu enak untuk di nikmati oleh audiens. Salah satu jenis ilustrasi yang paling saya suka adalah cerita dan anekdot.

Anda dapat memperjelas isi presentasi yang dijelaskan dengan memberikan ilustrasi berupa cerita pengalaman orang lain atau cerita lucu mengenai pengalaman Anda sendiri (anekdot).

Cerita dan anekdot sendiri dibagi atas tiga jenis :

1. Personal

Saat Anda menceritakan anekdot pribadi, ceritakanlah dengan penuh antusias dan ekspresi wajah yang “hidup”. Hal ini dikarenakan kisah yang Anda ceritakan adalah kisah favorit Anda yang telah sering Anda ceritakan.

Akan tetapi, poin terpenting dalam personal anekdot adalah :

Poin apa yang Anda pelajari dari kejadian “konyol” tersebut dan jangan biarkan “gensi / ego” Anda menahan “kekonyolan” yang harus Anda ceritakan. Personal anekdot haruslah menjadi “jalan pembuka” dari poin yang akan Anda jelaskan.

contoh:

Suatu hari saya membeli sebuah keripik singkong di pinggir jalan, dibungkus dengan plastik biasa dengan harga Rp 5.000,- /bungkus.

Diwaktu yang berbeda saya membeli keripik singkong, tapi kali ini beli di minimarket dan harganya Rp 12.500,-/bungkus. Kemudian saya mulai berfikir apa yang membedakan antara keduanya, secara rasa tidak jauh berbeda, secara isi malah lebih banyak yang saya beli di pinggir jalan. Menurut Anda karena apa?

Awalnya saya berfikir karena tempat jualannya tapi teryata bukan karena tempat jualannya tapi lebih tepatnya karena kemasan, keripik singkong yang dijual di minimarket memiliki kemasan yang lebih menarik sehingga bernilai lebih mahal.

Teryata pola ini tidak hanya berlaku untuk keripik singkong saja tapi juga berlaku untuk presentasi Anda.

Percayalah, kemasan menjadikan produk Anda bernilai lebih mahal. Slide presentasi adalah salah satu kemasan terbaik untuk menjadikan presentasi Anda menjadi lebih mahal

dan apa yang Anda jual lewat presentasi menjadi lebih mudah diterima karena disampaiakan dengan slide presentasi yang lebih menarik. Bersiaplah untuk merevolusi slide presentasi Anda, Are you ready?

2. Historical

Historical anekdot adalah cerita mengenai tokoh–tokoh yang dikenal oleh masyarakat, seperti : artis, actor, tokoh politik,tokoh masyarakat.

Historical anekdot bisa juga adalah kisah yang diceritakan turun – temurun. Untuk mendapatkan historical anekdot sangatlah mudah Anda tinggal mencari kisah sukses orang-orang yang terkenal di Google.

contoh:

Pada tahun 2007 lalu, ada seorang violist terkemuka di dunia namanya Joshua Bell, suatu hari Joshua Bell berpura-pura menjadi seorang pengamen jalanan.

Tebak berapa harga violin yang digunakan untuk mengamen, harganya saat itu 3,5 juta dollar (± Rp 35.000.000.000,-) bukan harga yang murah tapi teryata semua orang mengabaikan Joshua Bell, 43 menit berlalu dan Joshua Bell hanya bisa mengumpulkan 32.17 dollar (± Rp 321.700,-).

Padahal, dua hari sebelumnya Joshua Bell bermain di sebuah teater Boston dengan tiket rata-rata 100 dollar/orang (± Rp 1.000.000,-/orang) dan Jutaan dollar uang yang terkumpul.

Inilah bukti nyata yang tak terbantahkan bahwa bahwa tampilan visual (lokasi, atribut & penampilan) akan sangat mempengaruhi hasil.

Kalau ada berpegang pada kalimat “Don’t jugde a book by it’s cover” teryata hal tersebut tidaklah terjadi di lingkungan kita saat ini terutama di dunia presentasi.

Audiens masih menilai Anda dari tampilan visual yang Anda tunjukan. Tentu saja tampilan visual dalam presentasi meliputi antara lain penampilan fisik Anda, lokasi acara dan slide presentasi.

3. Allegorical

Adalah cerita, kiasan, metafora atau ilustrasi. Anda bisa melakukan ini dengan dua cara :

  • Menceritakan kisah yang ada dan “hidup” didalam masyarakat tersebut
  • Menceritakan kisah yang Anda ambil dari kebudayaan lain

contoh:

Bapak ibu di sebuah desa terpencil hiduplah seorang anak laki-laki, anak ini sangatlah jail dan suka mengerjain orang bahkan semua warga desa pernah dikerjainnya. Sampai akhirnya anak ini binggung karena tidak tahu lagi harus mengerjain siapa.

Suatu hari anak ini mendengar ada seorang kakek yang sangat bijaksana hidup di atas bukit di dekat desa maka bergegaslah anak tersebut untuk menemui sang kakek dengan tujuan untuk mengerjain kakek tersebut.

Setibanya disana sang anak tersebut memanggil sang kakek.

Sang Anak: Kakek, kakek, keluarlah..

Sang Kakek: ada apa anakku?

Sang Anak: kek, ku dengar dari warna desa engkau ini sangatlah bijaksana, aku sekarang sedang membawa seekor burung yang kupegang dibalik punggungku. Coba tebak burung ini masih hidup atau sudah mati?.

Sang Kakek: anakku, akupun telah banyak mendengar tentang dirimu, aku tau engkau adalah anak yang sangat jail dan suka mengerjain orang-orang di kampung sana.

Jika aku menjawab burungnya mati maka engkau akan merenggangkan tanganmu dan melepaskan burung tersebut sebagai tanda burung tersebut masih hidup tapi jika akau bilang burung itu hidup maka engkau akan menggenggam burung itu sekuat-kuatnya sampai tidak bisa bernafas dan mati. Jadi apapun jawabanku semua hasilnya ada ditanganmu.

Mendengar cerita tadi sang anak pun hanya bisa terdiam tanpa mampu membalas.

Bapak ibu cerita hanyalah sebuah cerita jika kita tidak pernah mengambil arti dari cerita tersebut, hari ini Anda telah belajar banyak dari A sampai Z, tapi apakah itu berguna?

Sekarang keputusan ada ditangan Anda, kalau Anda ingin sukses maka Anda harus praktik tapi jika Anda hanya ingin sekedar tahu maka lupakan semua yang telah saya sampaikan atau biarkan apa yang telah anda pelajari hari ini dengan begitu saja.

Gunakan cerita sebagai ilustrasi yang mempermudah Anda untuk menyampaikan materi presentasi pada audies.  Jika Anda kurang memahami atau punya pengalaman sendiri tentang 3 hal di atas silahkan sharing di komentar.

6 Format File Video yang Bisa Diputar di PowerPoint

Cara Memasukan Video Kedalam Slide Presentasi Powerpoint

Apa Anda pernah mengalami situasi ketika Anda memasukan sebuah video kedalam slide powerpoint teryata video tersebut tidak bisa diputar?

Saya dulu juga pernah mengalaminya yang paling tidak enak adalah ketika video tersebut sangat penting untuk mendukung presentasi.

Memang tetap bisa memutar video dengan minimize powerpoint dan memutar video secara manual tapi saya rasa itu tidak efektif.

Sebenarnya ketika Anda tidak bias memutar video di Powerpoint itu adalah hal yang wajar terjadi karena bisa saja video yang Anda gunakan tidak sesuai dengan format file video yang bisa diputar di powerpoint.

Sebelum membahas 6 format file video yang bisa diputar di Powerpoint saya akan review sedikit tentang cara memasukan video kedalam slide powerpoint. Untuk memasukan video silahkan lihat gambar berikut

Cara Memasukan Video Kedalam Slide Presentasi Powerpoint

Cara Memasukan Video Kedalam Slide Presentasi Powerpoint

Klik (1) insert → (2) video → pilih video yang Anda inginkan → (3) video siap diputar

Ada 3 faktor yang menyebabkan file video tidak bisa diputar di Powerpoint

  1. File video terkena virus dan sudah corrupt. Solusinya Anda harus mendapatkan kembali file tersebut, bisa dengan copy, mendownload ulang atau membuat video yang sama.
  2. Codec yang tidak tepat. Sederhanya media player yang Anda gunakan untuk memutar video tidak mendukung file video yang Anda gunakan, kalau sudah begini otomatis video Anda tidak akan bisa diputar.Solusinya gunakan media player yang memiki banyak codec (bisa memutar banyak jenis file video) seperti Windows Media Player Classic, Real Player, Quick Time.
  3. Format file tidak didukung oleh Powerpoint. Solusinya silahkan pilih format video yang didukung oleh Powerpoint atau ubah jenis file videonya dengan video converter.

Berikut tipe file video bisa Anda gunakan dengan Powerpoint.

Format file Ekstensi
File Windows Media .asf
File Windows Video (Beberapa file .avi mungkin memerlukan codec tambahan) .avi
File MP4 Video .mp4, .m4v, .mov
File Film .mpg atau .mpeg
Adobe Flash Media .swf
File Windows Media Video .wmv

Untuk hasil yang maksimal saran saya gunakan video .mp4 yang dikodekan dengan video H.264 (juga dikenal sebagai. MPEG-4 AVC)

Itu tadi 6 format file video yang bisa diputar di Powerpoint, apakah Anda punya pengalaman memutar video di powerpoint? yuk sharing di komentar..

Yuk belajar bersama di group FB Belajar Jago Presentasi, di dalam group FB Anda bisa bertanya, berdikusi dan mendapatkan update informasi terbaru untuk meningkatkan skill presentasi Anda.

Mengapa Audiens Harus Perduli dengan Presentasi Anda?

Tips Presentasi: Cara Menjawab Pertanyaan Sulit Saat Presentasi

Mengapa audiens harus perduli dengan presentasi Anda?

Jika ada pertanyaan seperti diatas kira-kira apa jawaban Anda, menjawab bahwa presentasi anda penting untuk mereka/perusahaan mereka.

Anda adalah seorang presenter terbaik dan No.1, materi Anda sangat praktis dan mudah di praktikan, atau jawaban yang lain yang sifatnya tentang “Anda” bukan tentang “audiens”.

Banyak orang melupakan satu hal penting dalam presentasi yaitu mereka lupa bahwa audiens tindak penduli dengan Anda (sang presenter), audiens hanya perduli pada dirinya sendiri.

Mereka datang bukan untuk melihat Anda tapi untuk mendapatkan manfaat dari presentasi yang Anda sampaikan.

Coba anda bandingkan dua contoh presentasi berikut yang bertujuan untuk menjual sebuah botol air:

Ini adalah produk terbaru kami yaitu sebuah air minum dalam kemasan botol, produk kami ini memiliki banyak kelebihan dibanding yang lain

1. Botol yang lebih ramping dibandingkan dengan botol produk yang lain

2. Merek paling terkenal, kalau merek lain namanya dimiripkan dan mencontoh produk kami

3. Pabrik Kami satu-satunya yang punya standar produksi international

4. Tutupnya paling solid dibandingkan dengan produk yang lain.

Bagaimana apakah Anda tertarik untuk membeli produk kami?

Apakah presentasi di atas baik? Bagi saya sudah baik tapi baik saja tidaklah cukup, presentasi di atas belum menjawab pertanyaan penting kenapa audiens harus perduli.

Dia hanya menyampaikan “kelebihan”. Anda harus bisa memberikan “cerita tentang manfaat” yang diperoleh oleh audiens. Perhatikan presentasi yang kedua.

Ini adalah produk terbaru kami yaitu sebuah air minum dalam kemasan botol, produk kami ini memiliki banyak kelebihan dibanding yang lain

1. Botol yang lebih ramping sehingga mudah dimasukan kedalam tas dan tidak memakan tempat karena biasanya air tidak langsung habis dalam sekali minum.

2. Merek paling terkenal dan banyak tiruanya, jadi jangan sampai Anda terkesan tidak berkelas karena membeli produk tiruan.

3. Pabrik Kami satu-satunya yang punya standar produksi international sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan kebersihan dijamin bebas virus dan bakteri jadi aman untuk Anda konsumsi

4. Tutupnya paling solid dibanding merek lain sehingga tidak perlu takut air akan tumpah dan mengotori tas kerja Anda.

Bagaimana apakah Anda tertarik untuk membeli produk kami?

Sekarang Anda bisa memahami lebih mudah apa yang saya maksud, Anda harus bisa menyentuh sisi kebutuhan audiens karena untuk itulah mereka datang mendengarkan presentasi Anda.

Cara lain untuk menyentuh audiens adalah dengan pengalaman pelanggan.

Anda harus dengan pengalaman pelanggan, baru beralih ke teknologi – bukan sebaliknya.

– Stave Jobs, 25 Mei 1997, Worldwide Developers Conference

Saya akan memberikan contoh nya bagaimana menekankan manfaat untuk audiens dengan memulai dari pengalaman pelanggan dan manfaat yang akan mereka peroleh jika membeli produk tersebut:

Beberapa tahun terakhir saya mulai melihat presentasi sebagai sebuah media yang penting dalam komunikasi bisnis, hal ini memacu banyak orang untuk belajar dan meningkatkan skill presentasi mereka saya tahu salah satunya juga Anda yang hadir disini.

Saya juga melihat jika tak selamanya orang-orang bisa datang kedalam training/pelatihan seperti ini banyak diantara mereka yang terhalang waktu dan biaya.

Saya melihat satu media yang masih efektif untuk belajar yaitu buku, karena buku bisa disimpan dan dibaca kapanpun dibutuhkan.

Saya coba mengamati buku-buku dipasaran tapi sayangnya sangat sulit menemukan buku-buku presentasi yang berkualitas, kalaupun Anda buku-buku tersebuthanya membahas tentang cara menyampaikan presentasi tanpa memberi tahu bagaimana cara mendesain slide yang baik.

Kalaupun ada buku cara membuat slide presentasi isinya hanya sebatas tutorial cara mengoperasikan powerpoint sungguh satu kondisi yang menyedihkan.

Saya menemukan banyak buku-buku presentasi berkualitas tapi berbahasa inggris dan hanya bisa dibeli di Amazon.com sementara banyak orang yang kurang nyaman membaca buku berbahasa inggris,

kalaupun nyaman ongkos kirim Amazon.com bisa lebih mahal dari harga bukunya. Ini satu masalah yang harus dipecahkan sehingga akan lebih banyak orang yang bisa belajar presentasi dengan lebih mudah dan murah.

Jadi, sekarang izinkan saya bercerita tentang buku Slide Design Mastery. Ini bukan buku tutorial powerpoint, ini adalah buku desain slide presentasi yang akan membantu Anda merevolusi slide presentasi dari yang biasa menjadi slide memukau.

Didalamnya membahas tentang cara menggunakan font, ini penting supaya slide Anda mudah terbaca dari jarak jauh sekalipun. Cara penggunaan warna yang akan membantu Anda menampilkan slide yang enak dilihat audies sehingga mereka akan kagum dengan presentasi Anda

Dan tentunya membahas cara mengoptimalkan gambar, ini penting karena audiens Anda 83% adalah mahluk visual. Ketika Anda mendesain slide yang visual maka presentasi Anda lebih hidup, mudah diingat dan mampu menyampaikan ide Anda secara efektif.

Tidak perlu khawatir, ini buku berbahasa Indonesia artinya sangat nyaman untuk And abaca dan mudah untuk difahami sehingga mempermudah proses Anda untuk belajar.

Selain itu harganya juga sangat mudah hanya Rp 68.000,- jadi tidak akan menganggu keuangan dan Anda bisa menghemat biaya belajar jutaan rupiah karena cukup membaca buku tanpa harus ikut training yang lebih mahal.

Perhatikan pola dari materi presentasi saya diatas, berawal dari pengalaman kemudian manfaat untuk pelanggan bukan sekedar kelebihan produk. Jika Anda punya pengalaman yang berbeda atau ingin sekedar sharing silahkan berbagi dikolom komentar.

Pentingnya Mendesain Slide Presentasi yang Visual

Apakah cukup bila kita hanya belajar menyampaikan presentasi yang memukau?

Jawabanya cukup untuk beberapa jenis/ situasi presentasi tapi dewasa ini saya melihat orang-orang tidak hanya berbicara tapi mereka juga selalu menggunakan slide presentasi sebagai bagian tak terpisahkan dari presentasi.

Saya yakin Anda juga sadar akan hal tersebut tapi tidak semua orang bisa mendesain slide presentasi yang efektif, visual dan berkelas dunia.

Mengapa slide presentasi menjadi begitu penting? Bukankah yang terpenting cara penyampaikan.

Sebelum berargumen seperti itu tahukah Anda pada tahun 2007 lalu, ada seorang violist terkemuka di dunia namanya Joshua Bell.

Suatu hari Joshua Bell berpura-pura menjadi seorang pengamen jalanan. Tebak berapa harga violin yang digunakan untuk mengamen, harganya saat itu 3,5 juta dollar (± Rp 35.000.000.000,-) bukan harga yang murah tapi teryata semua orang mengabaikan Joshua Bell.

43 menit berlalu dan Joshua Bell hanya bisa mengumpulkan 32.17 dollar (± Rp 321.700,-). Padahal, dua hari sebelumnya Joshua Bell bermain di sebuah teater Boston dengan tiket rata-rata 100 dollar/orang (± Rp 1.000.000,-/orang) dan Jutaan dollar uang yang terkumpul.

Jika Anda masih ragu dengan cerita saya silahkan tonton sendiri videonya, joshua bell subway experiment

Inilah bukti nyata yang tak terbantahkan bahwa bahwa tampilan visual (lokasi, atribut & penampilan) akan sangat mempengaruhi hasil.

Kalau ada berpegang pada kalimat “Don’t jugde a book by it’s cover” teryata hal tersebut tidaklah terjadi di lingkungan kita saat ini terutama di dunia presentasi.

Audiens masih menilai Anda dari tampilan visual yang Anda tunjukan. Tentu saja tampilan visual dalam presentasi meliputi antara lain penampilan fisik Anda, lokasi acara dan slide presentasi.

Oleh karena itu desainlah slide presentasi Anda sehingga tidak hanya efektif dan memukau tapi juga persuasif. Poles slide presentasi Anda untuk mencuri pandangan audiens. Perbaiki presentasi Anda untuk mendapatkan hati audiens secara cepat.

Di dalam buku Brain Rule karya Dr. John Medina (Pakar di bidang kerja otak) beliau menjelaskan

orang tidak akan memberi perhatian pada sesuatu yang membosankan

Teryata prinsip ini juga berlaku pada presentasi,  Anda tidak boleh membiarkan audiens merasa bosan karena itu akan menghilangkan perhatian mereka sehingga audiens lebih memilih untuk sibuk sendiri dan mengabaikan presentasi Anda.

Apalagi audiens juga tidak tahan dengan slide presentasi yang membosankan, saya yakin Anda juga tidak tahan melihat slide yang membosankan sepanjang presentasi.

Salah satu solusinya adalah memperbaiki tampilan slide presentasi menjadi lebih efektif, visual dan berkelas dunia yang mampu mengambil perrhatian audiens.

buku Brain Rule karya Dr. John Medina Saya tidak ingin mengatakan bahwa Anda hanya harus fokus pada slide presentasi, saya hanya ingin menekankan bahwa slide presentasi juga merupakan hal yang penting dan perlu diperhatikan bukan hanya di sepelekan.

Slide adalah sebuah alat bantu visual yang mampu memvisualisasikan materi yang Anda sampaikan, baik itu dengan mengoptimasi teks, gambar ataupun warna.

Peran slide presentasi juga tidak bisa diremehkan karena teryata banyak bukti yang mampu membuktikan bahwa peningkatannya terhadap efektifitas presentasi yang Anda sampaikan sangatlah siknifikan.

Menurut data yang disampaikan oleh Alan Gillies (Professor Alan Gillies, MA PhD FBCS CITP, Director of Informatics, Hope Street Centre Honorary Professor of Information Management, UCLAN):

“Komunikasi secara visual dalam bentuk sinyal-sinyal (isyarat) yang disampaikan secara non verbal, 93% dapat mencapai sasaran dan diterima oleh audiens. Penggunaan kata-kata memiliki dampak 7% tersampaikanya pesan”.

Yang dimaksud isyarat non verbal adalah dalam bahasa gambar. Gambar bisa memberikan imajinasi yang lebih dalam sehingga pesan yang tersampaikan lebih mudah difahami dan diingat.

Saya sadar dalam beberapa kondisi tentu komunikasi verbal akan lebih optimal dibanding visual tapi untuk konteks presentasi rasanya dewasa ini komunikasi akan lebih efektif jika mengabungkan verbal dan visual.

Jika Anda sudah pernah membaca buku ke-2 saya Slide Design Mastery Anda pasti faham betapa pentingnya komunikasi verbal dan visual dan bagaimana langkah-langkah mendesain slide presentasi yang efektif, memukau dan berkelas dunia.

Jadi jika Anda ingin mengubah dan memengaruhi audiens maka sajikanlah presentasi yang persuasif dengan menguasai cara penyampaian yang memikat dan optimalkan slide presentasi sebagai alat bantu visual.

Catatan:
1. Tidak ada teknik presentasi yang paling baik sebelum Anda benar-benar mempraktikannya
2. Orang tidak akan memberi perhatian pada sesuatu yang membosankan (Brain Rules – Dr. John Medina). Revolusi tampilan slide presentasi Anda sehingga audiens tidak merasa bosan.

Jika Anda ingin belajar lebih tentang slide presentasi saran saya silahkan ikut training dan membaca buku Slide Design Mastery yang tersedia di toko buku Gramedia seluruh Indonesia. Sebagai bahan referensi silahkan download gratis Paket  DSP.