Cara Menjawab Pertanyaan Sulit Saat Presentasi

Tips Presentasi: Cara Menjawab Pertanyaan Sulit Saat PresentasiSalah satu hal yang seringkali di takuti ketika presentasi adalah sesi tanya jawab, takut tidak bisa menjawab pertanyaan dari audiens sehingga terkesan tidak kompeten.

Supaya presentasi Anda tetap berjalan lanncar dan Anda bisa menjawab semua pertanyaan dari audiens Anda bisa mempraktikan tips berikut.

Tips berikut saya saripatikan dari pengalaman saya mengisi training selama ini diberbagai kota di Indonesia dengan jenis audiens yang beragam sehingga benar-benar ilmu street smart yang pasti bisa Anda praktikan.

Selain ilmu street smart juga perpaduan dari berbagai ilmu public speaking yang saya pelajari dari para pakar public speaking salah satunya Mr. Ongky Hojanto (Founder Public Speaking Academy®)

Sebenarnya sesi pertanyaan sangat bermanfaat, bukan hanya untuk audiens tapi juga untuk Anda sebagai seorang pembicara. Setidaknya ada 3 manfaat yang Anda peroleh sebagai pembicara dalam sesi pertanyaan:

  1. Memastikan audiens memahami presentasi yang telah Anda sampaikan,
  2. Memberi nilai plus untuk Anda sebagai seorang pembicara, ketika Anda bisa menjawab pertanyaan dengan baik itu artinya Anda pembicara yang kompeten (memang ahlinya),
  3. Bisa menjadi feedback/umpan balik bagi Anda untuk supaya presentasi Anda bisa lebih baik lagi.

Dua otak lebih baik dari satu otak. Karenanya, jika Anda tidak tahu, gunakanlah pengetahuan orang lain.

(buku Public Speaking Mastery hal.113)

Yang perlu kita sadari sebagai pembicara Andalah bahwa kita bukanlah mahluk sempurnya yang tahu semua hal, dan saya rasa tidak ada orang yang tahu semua hal.

Tapi bukan berarti ketika ada pertanyaan sulit Anda langsung bilang “tidak tahu”, karena itu akan menjatuhkan Anda sebagai pembicara. Walaupun Anda tidak tahu ada trik yang lebih elegan sehingga tidak ada pihak yang kecewa/dirugikan baik dari audiens maupun Anda.

(Baca juga: panduan praktis membuat materi presentasi)

Preframe

Supaya tidak terjadi pertanyaan ditengah presentasi maka di awal Anda harus buat preframe/ aturan main yang jelas.Misalnya

jika ada pertanyaan nanti bisa di catat terlebih dahulu dan akan kita bahas pada sesi Tanya jawab.

Ini penting supaya audiens tidak memotong presentasi Anda dan audiens bisa mendapatkan informasi yang lengkap karena seringkali apa yang ditanyakan audiens sebenarnya akan kita bahas pada materi yang selanjutnya.

Ada 3 langkah dalam menjawab pertanyaan, langkah ini berguna untuk mengkondisikan audiens tetap dalam kendali Anda. Ketika ada pertanyaa dari audiens

Petama, tanyakan namanya.

Secara psikologis dengan bertanya nama itu berarti Anda membangun kedekatan sehingga orang tersebut akan lebih nyaman & sungkan jika harus bertanya yang memojokkan.

Contoh ketika ada peserta public training saya yang angkat tangan bertanya,

Baik bapak silahkan, tolong bisa perkenalkan diri terlebih dahulu. Boleh sebutkan nama dan profesinya.

Perhatikan detailnya, ketika bertanya nama & profesi ini memberi gambaran Anda apa latar belakang audiens Anda kecuali Anda in-house training maka bisa Anda ganti dari bagian/divisi apa.

Kedua, ulangi pertanyaan

Ketika ada pertanyaan tentunya Anda butuh waktu untuk memikirkan apa jawabanya, dengan mengulagi pertanyaan maka Anda memberi waktu pada otak Anda sendiri untuk menyusun jawaban yang paling tepat.

Mengulagi pertanyaan juga berfungsi untuk menyamakan persepsi antara audiens yang bertanya dan pembicara sehingga tidak ada salah persepsi.

Selain itu juga untuk memberitahukan & memperjelas pertanyaan kepada audiens yang lain sehingga tidak terjadi pertanyaan yang sama, contoh:

Pak Budi: “Pak Mustofa, di mana saya bisa download gambar yang bagus-bagus untuk slide presentasi saya pak?”

Anda: “ Baik bapak ibu semua ada pertanyaan sanag sangat bagus dari Pak Budi, beliau bertanya dimana kita bisa mendownload gambar yang kualitasnya bagus beresolusi tinggi yang digunakan untuk slide presentasi?, betul begitu Pak Budi?

Pak Budi: “Betul pak.”

Perhatikan detailnya, ketika Anda mengulang pertanyaan itu berarti Anda memberi waktu otak berfikir, ketika mengulang pertanyaan pastikan pertanyaan di dengar semua audiens tidak hanya Pak Budi. Pastikan pula saat mengulang pertanyaan mata Anda menatap seluruh audiens tidak hanya focus pada Pak Budi.

Ketiga, beri tepuk tangan

Tepuk tangan berfungsi untuk menyentuh sisi ego dalam diri audiens, ini akan membuat audiens merasa dihargai, contoh:

Pak Budi: “Pak Mustofa, di mana saya bisa download gambar yang bagus-bagus untuk slide presentasi saya pak?”

Anda: “ Baik bapak ibu semua ada pertanyaan sanag sangat bagus dari Pak Budi, beliau bertanya dimana kita bisa mendownload gambar yang kualitasnya bagus beresolusi tinggi yang digunakan untuk slide presentasi?, betul begitu Pak Budi?

Pak Budi: “Betul pak.”

Anda:  “Tolong beri tepuk tangan untuk pak Budi atas pertanyaanya yang luar biasa.”

Ketika Anda memberikan jawaban maka ingatlah bahwa jawaban itu bukan hanya untuk audiens yang bertanya tapi juga untuk seluruh audiens yang hadir.

Jadi ketika memberi jawaban jangan hanya focus pada audiens yang pertanya tapi sampaikan untuk semua audiens.

Permasalahanya adalah ketika Anda tidak bisa menjawab pertanyaan dari audiens, ada 3 cara yang bisa Anda gunakan supaya presentasi Anda tetap berjalan dengan lancar dan Anda tetap di hormati oleh audiens.

Petama, bertanya langsung pada audiens

Contoh

Anda: “bapak –ibu itulah tadi pertanyaan dari Pak Budi, sebelum itu saya ingin bertanya apakah ada di antara bapak ibu yang punya pengalaman tentang hal tersebut dan ingin berbagi tips apa yang bapak-ibu lakukan saat itu?”

Ketika Ada jawaban dari salah satu peserta maka permasalahan Anda selesai tapi jika tidak ada Anda bisa menggunakan cara yang lain.

Kedua, membentuk kelompok diskusi

Bentuk kelompok diskusi antara 3-5 orang tergantung jumlah audiens Anda, beri mereka waktu untuk berdiskusi setelah selesai mintalah setiap kelompok untuk mengumpukan semua jawaban.

Tugas Anda sangatlah sederhana, Anda hanya perlu membuat sebuah kesimpulan dari semua jawaban yang terkumpul.

Ketiga, bersikap jujur

Hati-hati, bersikap jujur juga ada triknya sehingga tetap terkesan elegan dan di hormati audiens, jangan lupa minta waktu untuk mencari jawabanya, contoh:

Anda: “Pak Budi, ini adalah pertanyaan yang sangat bagus tapi saat ini saya masih belum memiliki jawaban yang paling tepat untuk Anda. Tolong smskan alamat e-mail Anda ke do nomor 0812-3660-9149 dan saya usahakan minggu depan jawabanya akan saya kirim lewat email. Bapak ibu sekalian sekali lagi tepuk tangan untuk Pak Budi.”

Itulah tadi cara yang paling pas untuk menjawab pertanyaan sulit saat presentasi, jika Anda punya pengalaman yang berbeda silahkan sharing dikolom komentar.

Pelajari juga cara mengatasi laptop rusak pada saat presentasi berlangsung sehingga Anda bisa mengantisipasi kejadian tak terduga. Untuk membantu Anda belajar presentasi jangan lupa download gratis Paket DSP sebagai bahan referensi, bergabung di Group FB Belajar Presentasi atau invite BBM Pin:7A4289A3

Ada pertanyaan atau komentar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *