Teknik Preframe untuk Mengendalikan Presentasi Sampai Akhir

Apakah Anda penah mengalami kejadian audiens yang tidak bisa dikendalikan, audiens sibuk dengan diri mereka sendiri tanpa menghiraukan Anda yang berada di depan? atau presentasi Anda melebar dan keluar dari bahasan materi yang Anda sajikan?.

Jika hal tersebut belum terjadi maka pelajarilah teknik preframe, jika Anda tidak mau belajar bisa saja hal tersebut terjadi pada diri Anda di masa yang akan datang. Teknik preframe bisa menjadi salah satu solusi tepat untuk mengendalikan presentasi sampai akhir.

Menurut Anda mana yang lebih besar antara foto dan frame (bingkai) foto?

Tentu besar frame. Secara sederhana inilah yang kita lakukan kepada audiens. Ibaratkan audiens adalah foto yang akan kita masukkan kedalam frame yang sudah kita sediakan.

Tujuanya supaya audiens tidak bisa kemana-mana dan terus mengikuti presentasi yang kita sampaikan.

Preframe atau lebih akrab disebut aturan main di sampaikan di awal presentasi, kalau dalam struktur presentasi kita sampaikan di bagian opening.

Cara melakukan preframe bagaimana? Yaitu dengan membuat aturan yang jelas didepan, manfaatkan opening selain untuk mengambil hati audiens juga untuk melakukan preframe.

Setiap kali saya saya mengisi training selalu saya sampaikan sebelum di mulai ada 3 aturan main (hal ini bisa disampaikan oleh pembawa acara ataupun oleh kita sendiri). 3 aturan tersebut adalah

  1. Belajar dengan Gembira,
  2. Partisipasi dan
  3. Memberikan Respon

(saya pelajari preframe ini dari seminar TDW dan kelas Public Speaking Academy®).

Aturan 1 Belajar dengan Gembira

Berikut ini contoh skrip yang saya gunakan, saya awali dengan pertanyaan dengan tujuan membangun komunikasi dengan audiens.

Bapak ibu supaya Anda mendapat manfaat 100% maka anda harus belajar dengan gembira, tahukan Anda kenapa anak kecil lebih mudah untuk belajar dan menerima materi?

(mulai bangun komunikasi dua arah dengan audiens, akan muncul berbagai pendapat).

Semua jawaban Anda benar tetapi yang membuat anak kecil mudah belajar adalah karena mereka belajar dengan gembira oleh karena itu kita harus belajar dengan gembira. Sebagai bentuk kegembiraan yang pertama tolong berikan senyuman ke samping kanan dan kiri anda

terima kasih.

Aturan 2 Partisipasi

Teryata cara belajar yang paling fektif adalah dengan ikut terlibat, oleh karena itu bapak ibu disini harus ikut partisipasi.

Maksudnya, jika anda di minta untuk share anda harus share, jika diminta untuk diskusi anda harus diskusi, setuju ?

Sebagai bentuk partisipasi yang pertama silahkan matikan HP anda, minimal di silent sehingga tidak mengganggu teman-teman anda.

Pastikan audiens benar-benar terlibat untuk action silent HP mereka. Hati-hati ketika menggunakan cara ini, saya pernah kejadian yang bunyi teryata HP saya sendiri jadi pastikan diri Anda sendiri juga terlibat.

Aturan 3 Berikan respon

Dan aturan main yang ketiga adalah anda harus berikan respon. Contoh berikan respon, kalau pembicaranya ngomong tolong angkat tangan kanan, anda harus angkat tangan kanan. (sambil anda angkat tangan)

Ayo kita tes, tolong angkat tangan kanan, tolong angkat tangan kiri, tolong angkat kedua tangan.

Terima kasih.

Ketika Anda meminta audiens untuk angkat tangan atau hal yang lain, pastika Anda memberikan contoh, ini berfungsi utuk merangsang audies supaya cepat memberi respon dan terlibat.

Itu tadi contoh preframe yang saya gunakan, silahkan Anda susuaikan dengan kebutuhan Anda masing-masing. Cobalah membuat preframe untuk presentasi Anda. sampaikan itu didalam opening Anda sehingga presentasi bisa berjalan sesuai rencana sampai akhir.

Ada pertanyaan atau komentar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *