Cara Presentasi yang Persuasif dan Meyakinkan

Cara Presentasi yang Persuasif dan Meyakinkan

Cara Presentasi yang Persuasif dan Meyakinkan

Melakukan presentasi menjadi bagian tak terpisahkan bagi mereka yang bergerak sebagai tenaga penjual.

Seorang penjual melakukan presentasi kepada klien, partner & para pengambil keputusan dengan tujuan supaya ide atau penawaran yang dibuat bisa di setujui atau terjadi penjualan produk.

Tentunya untuk bisa melakukan itu semua seorang penjual harus memiliki materi presentasi yang berkulitas dan menguasai cara presentasi yang persuasif dan meyakinkan.

Bagi Anda yang sering melakukan presentasi penjualan, menampilkan presentasi yang menarik dan memukau saja tidaklah cukup karena itu hanya membuat audiens terkesan dan merasa WOW dengan presentasi Anda.

Harus ada yang lebih yaitu presentasi yang persuasif dan meyakinkan sehingga mereka segera ambil tindakan untuk mensetujui ide/ membeli produk Anda, tapi sayangnya banyak orang yang cukup merasa puas karena sudah bisa menyampaikan presentasi dengan baik.

Menurut Aristoteles ada 3 unsur dasar dari presentasi yang baik dan persuasif,

Ethos (dapat di percaya)

Sebagai seorang penjual yang melakukan presentasi tentunya Anda harus dapat di percaya, caranya ceritakan tentang diri Anda terlebih dahulu, ceritakan hal-hal yang berhubungan dengan produk yang akan Anda jual.

Kenapa harus Anda dulu bukan perusahaan? Kerena Anda melakukan presentasi yang harus Anda lakukan adalah membuat mereka nyaman percaya terhadap diri Anda terlebih dahulu sehingga mereka pantas menyisihkan waktunya untuk mendengarkan presentasi Anda.

Misalnya Anda seorang agen properti, Anda bisa memulai dengan:

Perkenalkan nama saya Mustofa, selama 5 tahun terakhir saya telah membantu lebih dari 10.000 orang untuk menemukan rumah idaman mereka sehingga mereka bisa menikmati hari-hari penuh kebahagiaan bersama keluarganya,

klien saya tersebar di seluruh wilayah Indonesia mulai dari Jakarta, Surabaya, Medan, Banjarmasin, Manado, Bali dan kota-kota besar yang lain.

Hari ini sayapun ingin membantu Anda untuk bisa merasakan kebahagiaan seperti 10.000 orang yang pernah saya bantu.

Logos (ada buktinya)

Upayakan ketika presentasi Anda harus punya dasarnya, harus ada buktinya sehingga pembeli/investor percaya pada Anda, ini juga untuk membuktikan bahwa apa yang Anda sampaikan ada dasarnya bukan omong kosong.

Anda tahu 3 unsur dasar presentasi yang persuasive ini bukan menurut saya tapi menurut Aristoteles, jadi jika Anda tidak setuju silahkan protes pada Aristoteles. Inilah yang saya maksud harus ada buktinya (logos).

Unsur logos juga bisa ditunjang dari hasil survey, angka laporan dan lain-lain yag menunjukan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Pathos (menarik emosi)

Teryata di percaya dan punya bukti saja tidaklah cukup Anda harus bisa menarik emosi audiens. Anda tahu orang Indonesia sangat suka dengan cerita.

Mulailah menarik emosi dengan cerita misalnya pengalaman seru Anda membantu salah satu konsumen atau cerita konsumen yang berterima kasih karena sudah Anda bantu. Ingat cerita yang Anda bawakan harus Anda kaitannya dengan materi presentasi.

Mulailah mendata cerita pengalaman Anda lalu kemas dengan baik untuk menarik emosi audiens.

Selain mempraktikan ethos, logos dan pathos dalam presentasi ada hal lain yang perlu Anda pahami,  kebanyakan seorang penjual hanya mempresentasikan tentang produk dan service, mereka bercerita kesana kemari menjelaskan detai produk dan layanan yang akan di dapat pembeli tapi mereka lupa menjelaskan kenapa audiens harus membeli produk tersebut.

Dalam training Slide Design Mastery pada sesi menyusun materi presentasi saya selalu menekankan jangan hanya membahas tentang What (produk) dan How (service) saja tapi gali lebih banyak tentang Why (kenapa konsumen harus membeli produk Anda).

Bagaimana menjelaskan Why?

Mulai dengan jual benefit-nya. Manfaat apa yang diperoleh apabila membeli produk Anda? Apakah produk Anda bisa membantu mereka mencapai hasil yang sebih baik sesuai yang mereka inginkan, bisa membantu mengurangi/ menyelesaikan masalah mereka atau yang lainnya?

Itulah yang harus Anda gali lebih banyak lagi. Ketika Anda bisa menemuka sisi Why yang tepat makan secara emosional audiens yang awalkan pasif akan menjadi aktif dan siap membeli produk Anda.

Ada pertanyaan atau komentar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *