Contoh Presentasi Marketing Produk yang Menarik & Efektif Meningkatkan Konversi Penjualan

contoh presentasi marketing produk, contoh presentasi pemasaran produk,Pernahkan Anda melihat penggunaan icon atau simbol untuk menjelaskan fitur/benefit dari sebuah produk? Untuk beberapa kasus memang penggunaan icon menjadi lebih efektif.

Salah satu hal yang harus saya tekankan adalah slide presentasi tidak harus selalu menggunakan gambar nyata atau foto. Berikut ini contoh presentasi marketing produk yang menarik dengan mengoptimalkan icon dan simbol. Continue reading Contoh Presentasi Marketing Produk yang Menarik & Efektif Meningkatkan Konversi Penjualan

Mengapa Audiens Harus Perduli dengan Presentasi Anda?

Tips Presentasi: Cara Menjawab Pertanyaan Sulit Saat Presentasi

Mengapa audiens harus perduli dengan presentasi Anda?

Jika ada pertanyaan seperti diatas kira-kira apa jawaban Anda, menjawab bahwa presentasi anda penting untuk mereka/perusahaan mereka.

Anda adalah seorang presenter terbaik dan No.1, materi Anda sangat praktis dan mudah di praktikan, atau jawaban yang lain yang sifatnya tentang “Anda” bukan tentang “audiens”.

Banyak orang melupakan satu hal penting dalam presentasi yaitu mereka lupa bahwa audiens tindak penduli dengan Anda (sang presenter), audiens hanya perduli pada dirinya sendiri.

Mereka datang bukan untuk melihat Anda tapi untuk mendapatkan manfaat dari presentasi yang Anda sampaikan.

Coba anda bandingkan dua contoh presentasi berikut yang bertujuan untuk menjual sebuah botol air:

Ini adalah produk terbaru kami yaitu sebuah air minum dalam kemasan botol, produk kami ini memiliki banyak kelebihan dibanding yang lain

1. Botol yang lebih ramping dibandingkan dengan botol produk yang lain

2. Merek paling terkenal, kalau merek lain namanya dimiripkan dan mencontoh produk kami

3. Pabrik Kami satu-satunya yang punya standar produksi international

4. Tutupnya paling solid dibandingkan dengan produk yang lain.

Bagaimana apakah Anda tertarik untuk membeli produk kami?

Apakah presentasi di atas baik? Bagi saya sudah baik tapi baik saja tidaklah cukup, presentasi di atas belum menjawab pertanyaan penting kenapa audiens harus perduli.

Dia hanya menyampaikan “kelebihan”. Anda harus bisa memberikan “cerita tentang manfaat” yang diperoleh oleh audiens. Perhatikan presentasi yang kedua.

Ini adalah produk terbaru kami yaitu sebuah air minum dalam kemasan botol, produk kami ini memiliki banyak kelebihan dibanding yang lain

1. Botol yang lebih ramping sehingga mudah dimasukan kedalam tas dan tidak memakan tempat karena biasanya air tidak langsung habis dalam sekali minum.

2. Merek paling terkenal dan banyak tiruanya, jadi jangan sampai Anda terkesan tidak berkelas karena membeli produk tiruan.

3. Pabrik Kami satu-satunya yang punya standar produksi international sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan kebersihan dijamin bebas virus dan bakteri jadi aman untuk Anda konsumsi

4. Tutupnya paling solid dibanding merek lain sehingga tidak perlu takut air akan tumpah dan mengotori tas kerja Anda.

Bagaimana apakah Anda tertarik untuk membeli produk kami?

Sekarang Anda bisa memahami lebih mudah apa yang saya maksud, Anda harus bisa menyentuh sisi kebutuhan audiens karena untuk itulah mereka datang mendengarkan presentasi Anda.

Cara lain untuk menyentuh audiens adalah dengan pengalaman pelanggan.

Anda harus dengan pengalaman pelanggan, baru beralih ke teknologi – bukan sebaliknya.

– Stave Jobs, 25 Mei 1997, Worldwide Developers Conference

Saya akan memberikan contoh nya bagaimana menekankan manfaat untuk audiens dengan memulai dari pengalaman pelanggan dan manfaat yang akan mereka peroleh jika membeli produk tersebut:

Beberapa tahun terakhir saya mulai melihat presentasi sebagai sebuah media yang penting dalam komunikasi bisnis, hal ini memacu banyak orang untuk belajar dan meningkatkan skill presentasi mereka saya tahu salah satunya juga Anda yang hadir disini.

Saya juga melihat jika tak selamanya orang-orang bisa datang kedalam training/pelatihan seperti ini banyak diantara mereka yang terhalang waktu dan biaya.

Saya melihat satu media yang masih efektif untuk belajar yaitu buku, karena buku bisa disimpan dan dibaca kapanpun dibutuhkan.

Saya coba mengamati buku-buku dipasaran tapi sayangnya sangat sulit menemukan buku-buku presentasi yang berkualitas, kalaupun Anda buku-buku tersebuthanya membahas tentang cara menyampaikan presentasi tanpa memberi tahu bagaimana cara mendesain slide yang baik.

Kalaupun ada buku cara membuat slide presentasi isinya hanya sebatas tutorial cara mengoperasikan powerpoint sungguh satu kondisi yang menyedihkan.

Saya menemukan banyak buku-buku presentasi berkualitas tapi berbahasa inggris dan hanya bisa dibeli di Amazon.com sementara banyak orang yang kurang nyaman membaca buku berbahasa inggris,

kalaupun nyaman ongkos kirim Amazon.com bisa lebih mahal dari harga bukunya. Ini satu masalah yang harus dipecahkan sehingga akan lebih banyak orang yang bisa belajar presentasi dengan lebih mudah dan murah.

Jadi, sekarang izinkan saya bercerita tentang buku Slide Design Mastery. Ini bukan buku tutorial powerpoint, ini adalah buku desain slide presentasi yang akan membantu Anda merevolusi slide presentasi dari yang biasa menjadi slide memukau.

Didalamnya membahas tentang cara menggunakan font, ini penting supaya slide Anda mudah terbaca dari jarak jauh sekalipun. Cara penggunaan warna yang akan membantu Anda menampilkan slide yang enak dilihat audies sehingga mereka akan kagum dengan presentasi Anda

Dan tentunya membahas cara mengoptimalkan gambar, ini penting karena audiens Anda 83% adalah mahluk visual. Ketika Anda mendesain slide yang visual maka presentasi Anda lebih hidup, mudah diingat dan mampu menyampaikan ide Anda secara efektif.

Tidak perlu khawatir, ini buku berbahasa Indonesia artinya sangat nyaman untuk And abaca dan mudah untuk difahami sehingga mempermudah proses Anda untuk belajar.

Selain itu harganya juga sangat mudah hanya Rp 68.000,- jadi tidak akan menganggu keuangan dan Anda bisa menghemat biaya belajar jutaan rupiah karena cukup membaca buku tanpa harus ikut training yang lebih mahal.

Perhatikan pola dari materi presentasi saya diatas, berawal dari pengalaman kemudian manfaat untuk pelanggan bukan sekedar kelebihan produk. Jika Anda punya pengalaman yang berbeda atau ingin sekedar sharing silahkan berbagi dikolom komentar.

Cara Presentasi yang Persuasif dan Meyakinkan

Cara Presentasi yang Persuasif dan Meyakinkan

Melakukan presentasi menjadi bagian tak terpisahkan bagi mereka yang bergerak sebagai tenaga penjual.

Seorang penjual melakukan presentasi kepada klien, partner & para pengambil keputusan dengan tujuan supaya ide atau penawaran yang dibuat bisa di setujui atau terjadi penjualan produk.

Tentunya untuk bisa melakukan itu semua seorang penjual harus memiliki materi presentasi yang berkulitas dan menguasai cara presentasi yang persuasif dan meyakinkan.

Bagi Anda yang sering melakukan presentasi penjualan, menampilkan presentasi yang menarik dan memukau saja tidaklah cukup karena itu hanya membuat audiens terkesan dan merasa WOW dengan presentasi Anda.

Harus ada yang lebih yaitu presentasi yang persuasif dan meyakinkan sehingga mereka segera ambil tindakan untuk mensetujui ide/ membeli produk Anda, tapi sayangnya banyak orang yang cukup merasa puas karena sudah bisa menyampaikan presentasi dengan baik.

Menurut Aristoteles ada 3 unsur dasar dari presentasi yang baik dan persuasif,

Ethos (dapat di percaya)

Sebagai seorang penjual yang melakukan presentasi tentunya Anda harus dapat di percaya, caranya ceritakan tentang diri Anda terlebih dahulu, ceritakan hal-hal yang berhubungan dengan produk yang akan Anda jual.

Kenapa harus Anda dulu bukan perusahaan? Kerena Anda melakukan presentasi yang harus Anda lakukan adalah membuat mereka nyaman percaya terhadap diri Anda terlebih dahulu sehingga mereka pantas menyisihkan waktunya untuk mendengarkan presentasi Anda.

Misalnya Anda seorang agen properti, Anda bisa memulai dengan:

Perkenalkan nama saya Mustofa, selama 5 tahun terakhir saya telah membantu lebih dari 10.000 orang untuk menemukan rumah idaman mereka sehingga mereka bisa menikmati hari-hari penuh kebahagiaan bersama keluarganya,

klien saya tersebar di seluruh wilayah Indonesia mulai dari Jakarta, Surabaya, Medan, Banjarmasin, Manado, Bali dan kota-kota besar yang lain.

Hari ini sayapun ingin membantu Anda untuk bisa merasakan kebahagiaan seperti 10.000 orang yang pernah saya bantu.

Logos (ada buktinya)

Upayakan ketika presentasi Anda harus punya dasarnya, harus ada buktinya sehingga pembeli/investor percaya pada Anda, ini juga untuk membuktikan bahwa apa yang Anda sampaikan ada dasarnya bukan omong kosong.

Anda tahu 3 unsur dasar presentasi yang persuasive ini bukan menurut saya tapi menurut Aristoteles, jadi jika Anda tidak setuju silahkan protes pada Aristoteles. Inilah yang saya maksud harus ada buktinya (logos).

Unsur logos juga bisa ditunjang dari hasil survey, angka laporan dan lain-lain yag menunjukan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Pathos (menarik emosi)

Teryata di percaya dan punya bukti saja tidaklah cukup Anda harus bisa menarik emosi audiens. Anda tahu orang Indonesia sangat suka dengan cerita.

Mulailah menarik emosi dengan cerita misalnya pengalaman seru Anda membantu salah satu konsumen atau cerita konsumen yang berterima kasih karena sudah Anda bantu. Ingat cerita yang Anda bawakan harus Anda kaitannya dengan materi presentasi.

Mulailah mendata cerita pengalaman Anda lalu kemas dengan baik untuk menarik emosi audiens.

Selain mempraktikan ethos, logos dan pathos dalam presentasi ada hal lain yang perlu Anda pahami,  kebanyakan seorang penjual hanya mempresentasikan tentang produk dan service, mereka bercerita kesana kemari menjelaskan detai produk dan layanan yang akan di dapat pembeli tapi mereka lupa menjelaskan kenapa audiens harus membeli produk tersebut.

Dalam training Slide Design Mastery pada sesi menyusun materi presentasi saya selalu menekankan jangan hanya membahas tentang What (produk) dan How (service) saja tapi gali lebih banyak tentang Why (kenapa konsumen harus membeli produk Anda).

Bagaimana menjelaskan Why?

Mulai dengan jual benefit-nya. Manfaat apa yang diperoleh apabila membeli produk Anda? Apakah produk Anda bisa membantu mereka mencapai hasil yang sebih baik sesuai yang mereka inginkan, bisa membantu mengurangi/ menyelesaikan masalah mereka atau yang lainnya?

Itulah yang harus Anda gali lebih banyak lagi. Ketika Anda bisa menemuka sisi Why yang tepat makan secara emosional audiens yang awalkan pasif akan menjadi aktif dan siap membeli produk Anda.